Langsung ke konten utama

KEBUTUHAN DASAR MASA NIFAS

5. Kebutuhan Dasar Masa Nifas
a)                  Nutrisi dan Cairan
Pada masa nifas, masalah diet perlu mendapat perhatian yang serius, karena dengan nutrisi yang baik dapat mempercepat penyembuhan ibu dan sangat mempengaruhi susunan ASI. Diet yang diberikan harus bermutu, bergizi tinggi, cukup kalori, mengandung tinggi protein, banyak mengandung cairan serta buah- buahan dan sayuran karena ibu biasanya mengalami hemokonsentrasi. Ibu yang menyusui harus memenuhi kebutuhan akan gizi sebagai berikut:
(1)     Mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari.
(2)     Makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan vitamin yang cukup.
(3)     Minum sedikitnya 3 liter setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui).
(4)     Pil zat besi 1 tablet setiap hari harus diminum untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca bersalin.
(5)     Minum kapsul vitamin A (200.000 unit) kepada bayinya melalui ASInya.
(Maryunani, 2015)
b.      Ambulasi
Ambulasi dini (early ambulation) adalah mobilisasi segera setelah ibu melahirkan dengan membimbing ibu untuk bangun dari tempat tidurnya. Ibu post partum diperbolehkan bangun dari tempat tidurmya 24-48jam setelah melahirkan. Anjurkan ibu untuk memulai mobilisasi dengan miring kanan/kiri, duduk kemudian berjalan. Keuntungan dari ambulasi dini adalah sebagai berikut :
1)   Ibu merasa lebih sehat dan kuat
2)   Memperlancar pengeluaran lochea, mengurangi infeksi puerperium
3)   Mempercepat involusi uterus
4)   Memperlancar fungsi alat gastrointestinal dan alat kelamin
(Yanti dan Sundawati, 2014)
c.       Eliminasi
1)   Miksi
Buang air kecil sendiri sebaiknya dilakukan secepatnya, miksi normal bila dapat BAK spontan setelah 3-4 jam. Kesulitan BAK dapat disebabkan karena sfingter uretra tertekan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi muskulo sfingter ani selama persalinan, atau dikarenakan odema kandung kemih setelah persalinan.
2)   Defekasi
Ibu diharapkan dapat BAB sekitar 3-4 hari post partum. Apabila mengalami kesulitan BAB, lakukan diet teratur, cukupi kebutuhan cairan, konsumsi makanan berserat, olahraga, beri obat rangsangan per oral atau per rektal atau lakukan klisma jika perlu.
(Yanti dan Sundawati, 2014)
d.      Kebersihan diri/Perineum
Kebersihan diri berguna untuk mengurangi infeksi dan meningkatkan perasaan nyaman. Kebersihan diri meliputi kebersihan tubuh, pakaian, tempat tidur maupun lingkungan. Beberapa hal yang dapat dilakukan ibu post partum dalam menjaga kebersihan diri, adalah sebagai berikut dalam menjaga kebersihan diri adalah sebagai berikut :
1)   Mandi teratur minimal 2 kali sehari
2)   Mengganti pakaian dan alas tempat tidur
3)   Menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal
4)   Melakukan perawatan perineum
5)   Mengganti pembalut minimal 2 kali sehari
6)   Mencuci tangan setiap membersihkan daerah genetalia
(Yanti dan Sundawati, 2014)
e.       Istirahat
1)   Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan.
2)   Menyarankan untuk kembali ke kegiatan-kegiatan rumah tangga biasa perlahan-lahan, serta untuk tidur siang atau istirahat selagi bayi tidur.
3)   Meminta bantuan anggota keluarga untuk mengurusi masak-memasak, cuci dan setrika.
4)   Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu dalam beberapa hal:
a)    Mengurangi jumlah ASI yang diproduksi.
b)   Memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan.
c)    Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri.
(Maryunani, 2015)
f.        Seksual
Aktifitas seksual yang dapat dilakukan oleh ibu masa nifas harus memenuhi syarat sebagai berikut:
1)   Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jari ke dalam vagina tanpa rasa nyeri. Begitu darah merah berhenti dan ibu tidak merasakan ketidaknyamanan, aman untuk memulai melakukan hubungan suami-istri kapan saja ibu siap.
2)   Banyak budaya yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai masa waktu tertentu, misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan. keputusan tergantung pada pasangan yang bersangkutan.
(Maryunani, 2015)
g.      Keluarga Berencana
Idealnya pasangan harus menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun, sebelum ibu hamil kembali setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana mereka ingin ber-KB. Biasanya wanita tidak akan menghasilkan telur, sebelum ia mendapatkan lagi haidnya selama meneteksi metode amenoroe dapat dicapai. Meskipun beberapa metode KB mengandung resiko, menggunakan kontrasepsi tetap lebih aman. Sebelum menggunakan metode KB harus diperjelasakan  sebagai berikut : Bagaimana metode ini dapat mencegah kehamilan dan efektivitasnya, kelebihan / keuntungan, kekurangan, efek samping, bagaimana menggunakan metode itu, kapan metode itu dapat mulai digunakan untuk wanita pasca persalinan yang menyusui.
Tujuan dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut. Kontrasepsi yang cocok untuk ibu nifas, antara lain:
1)   Metode Amenorhea Laktasi (MAL)
MAL adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASI. MAL dapat dikatakan sebagai kontrasepsi bila terdapat keadaan-keadaan berikut:
a)    Menyusui secara penuh, tanpa susu formula dan makanan pendamping.
b)   Belum haid sejak masa nifas selesai.
c)    Umur bayi kurang dari 6 bulan.
2)   Pil Progestin (Mini Pil)
Metode ini cocok untuk digunakan oleh ibu menyusui yang ingin memakai PIL KB karena sangat efektif pada masa laktasi. Efek utama adalah gangguan perdarahan (perdarahan bercak atau perdarahan tidak teratur).
3)   Suntikan Progestin
Metode ini sangat efektif dan aman, dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia reproduksi, kembalinya kesuburan lebih lambat (rata-rata 4 bulan), serta cocok untuk masa laktasi karena tidak menekan produksi ASI.
4)   Kontrasepsi Implan
Kontrasepsi ini dapat dipakai oleh semua perempuan adalam usia reproduksi, perlindungan jangka panjang (3 tahun), bebas dari pengaruh estrogen, tidak mempengaruhi produksi ASI, tidak mengganggu kegiatan senggama, kesuburan segera kembali setelah implan dicabut, dan dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan.
5)   Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Kontrasepsi ini dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduktif, efektivitas tinggi, merupakan metode jangka panjang (8 tahun CuT-380 A), tidak mempengaruhi produksi ASI, tidak ada interaksi dengan obat-obatan, dapat dipasang langsung setelah melahirkan dan sesudah abortus, reversibel.
(Dewi Dan Sunarsih, 2014)
h.      Senam Nifas
1)   Latihan/ senam nifas: diskusikan pentingnya mengembalikan otot-otot perut dan panggul kembali normal. Ibu akan merasa lebih kuat dan ini menyebabkan otot perutnya menjadi kuat sehingga mengurangi rasa sakit pada punggungnya.
2)   Jelaskan bahwa latihan tertentu beberapa menit setiap hari sampai membantu:
a)    Dengan tidur terlentang dan lengan disamping, tarik otot perut selagi menarik nafas, tahan nafas dalam, angkat dagu ke dada, tahan mulai hitungan 1 sampai 5. Rileks dan ulangi sebanyak 10 kali.
b)   Untuk memperkuat tonus otot jalan lahir dan dasar panggul lakukan latihan keagel, berikut ini :
(1)     Mulai dengan mengerjakan 5 kali latihan untuk setiap gerakan
(2)     Setiap minggu naikan jumlah latihan 5 kali lebih banyak
(3)     Pada minggu ke-6 setelah persalinan ibu harus mengerjakan setiap gerakan sebanyak 30 kali.

                                                                                    (Maryunani, 2015)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah cidera leher

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar belakang Kecelakaan atau cidera dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan siapa saja. Menurut Andun Sudijandoko (2000: 31) cidera tersebut ditandai dengan adanya rasa sakit, pembengkakan, kram, memar, kekakuan dan adanya pembatasan gerak sendi serta berkurangnya kekuatan pada daerah yang mengalami cidera tersebut. Sebelum ke Rumah Sakit, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah evaluasi awal tentang keadaan umum penderita, untuk menentukan apakah ada keadaan yang menancam kelangsungan hidupnya. Leher merupakan bagian dari kolom fleksibel yang panjang, yang dikenal sebagai kolom atau tulang punggung tulang belakang, yang membentang melalui sebagian besar tubuh. Tulang belakang leher (daerah leher) terdiri dari tujuh tulang (C1 – C7 vertebra), yang dipisahkan satu sama lain oleh diskus invertebralis. Cedera servikal merupakan penyebab yang paling sering dari kecacatan dan kelemahan setelah trauma. Tulang servikalis terdiri dari 7 tul...

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS

BAB II TINJAUAN TEORI 2.1   Konsep Teori Masa Nifas 2.1.1         Pengertian Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah plasenta keluar dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan semula (sebelum hamil). Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. (Sulistyawati, 2015). Masa nifas atau pueperium berasal dari bahasa latin yaitu dari kata "puer" yang artinya bayi dan "parous" yang artinya melahirkan. definisi masa nifas adalah masa dimana tubuh ibu melakukan adaptasi pasca persalinan , meliputi perubahan kondisi tubuh ibu hamil kembali kekondidi sebelum hamil. masa ini dimulai setelah plasenta lahir, dan sebagai penanda berakhirnya masa nifas adalah ketika alat-alat kandungan sudah kembali seperti keadaan sebelum hamil. sebagai acuhan rentang masa nifas berdasarkan penanda tersebut adalah 6 minggu atau 42 hari. (Astuti, dkk. 2015) Masa nifas disebut juga masa post partum atau peurperium adalah ma...

Makalah Andropause

BAB I PENDAHULUAN 1.1     Latar Belakang Andropause atau kadang disebut “menopause pria” umumnya terjadi pada pria separuh baya, kira-kira waktunya sama ketika seorang wanita mengalami menopause. Namun tidak seperti menopause pada wanita, dimana hormon estrogen mengalami penurunan secara tiba – tiba, hormon testosteron pada pria menurun perlahan sesuai dengan pertambahan usia (proses penuaan). Penurunan dimulai usia 30 tahunan, menurun sekitar 1-2% walaupun bervariasi pada tiap individu. Andropause dialami setengah dari pria yang berusia 50 tahun ke atas. Namun usia Andropause dipengaruhi banyak faktor, diantaranya gaya hidup. Jika hidupnya selalu senang atau sehat, Andropause dialami pada usia lebih tua lagi. Jika gaya hidupnya tidak sehat, misalnya merokok, mengonsumsi minuman keras, seseorang akan lebih cepat mencapai Andropause (Saryono, 2010: 67). Pria selama ini tidak mengetahui tanda gejala dari Andropause sehingga para pria sering meminum obat “kuat” unt...