Langsung ke konten utama

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA


Astuti, Sri dkk. 2015. Asuhan Kebidanan Nifas & Menyusui. Jakarta: Erlangga

Dewi, V.N.L. & Tri Sunarsih. 2012. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. 11 November 2017 <http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KAB_KOTA_2016/3507_Jatim_kab_Malang_2016.pdf>

Dinas Kesehatan Profinsi Jawa Timur. 11 November 2017 <http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_2015_Jatim_2015.pdf>

Marmi. 2014. Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas “Peurperium Care”. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Maryunani, Anik. 2015. Asuhan Ibu Nfas Dan Asuhan Ibu Menyusui. Bogor: In Media

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 4 Desember 2017. <http://perpustakaan.depkes.go.id:8180/bitstream/123456789/584/3/KMK938-0807-G.pdf>

Nurjanah, S. N. 2013. Asuhan Kebidanan Postpartum. Bandung: PT Rafika Utama

Manuaba, Ida Ayu Chandranita. 2009. Buku Ajar Patologi Obstetri Untuk Mahasiswa kebidanan. Jakarta: EGC

Marmi. 2012. Asuan Kebidanan Pada Masa Nifas “ Peurperium Care” Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Medforth, Janet dkk. 2012. Kebidanan Oxford dari bidan untuk bidan. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.

Rini, Susilo. 2016. Panduan Asuhan Nifas dan Evidence Based Practice. Yogyakarta: Deepublish

Romauli, Suryati. 2011. Buku Ajar Asuhan Kebidanan 1 (Konsep Dasar Asuhan Kehamilan). Yogyakarta: Nuha Medika

Rukiyah, Ai Yeyeh, dkk. 2011. Asuhan kebidanan III (Nifas). Jakarta: Trans Info Media.

Saleha. 2009. Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika

Sinclair, Constance. 2010. Buku Saku Kebidanan. Jakarta: EGC

Suherni. 2009. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya

Sulistyawati, Ari. 2015. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas. Yogyakarta: Andi.

Varney, Helen dkk. 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Volume 1. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Wulandari, S. R, dan Handayani, S. 2010. Asuhan Kebidanan Ibu Nifas. Jatirejo: Gosyen Publishing

Yanti, Damai., dan Sundawati, Dian. 2014. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Bandung: Refika Aditama


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah cidera leher

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar belakang Kecelakaan atau cidera dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan siapa saja. Menurut Andun Sudijandoko (2000: 31) cidera tersebut ditandai dengan adanya rasa sakit, pembengkakan, kram, memar, kekakuan dan adanya pembatasan gerak sendi serta berkurangnya kekuatan pada daerah yang mengalami cidera tersebut. Sebelum ke Rumah Sakit, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah evaluasi awal tentang keadaan umum penderita, untuk menentukan apakah ada keadaan yang menancam kelangsungan hidupnya. Leher merupakan bagian dari kolom fleksibel yang panjang, yang dikenal sebagai kolom atau tulang punggung tulang belakang, yang membentang melalui sebagian besar tubuh. Tulang belakang leher (daerah leher) terdiri dari tujuh tulang (C1 – C7 vertebra), yang dipisahkan satu sama lain oleh diskus invertebralis. Cedera servikal merupakan penyebab yang paling sering dari kecacatan dan kelemahan setelah trauma. Tulang servikalis terdiri dari 7 tul...

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS

BAB II TINJAUAN TEORI 2.1   Konsep Teori Masa Nifas 2.1.1         Pengertian Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah plasenta keluar dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan semula (sebelum hamil). Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. (Sulistyawati, 2015). Masa nifas atau pueperium berasal dari bahasa latin yaitu dari kata "puer" yang artinya bayi dan "parous" yang artinya melahirkan. definisi masa nifas adalah masa dimana tubuh ibu melakukan adaptasi pasca persalinan , meliputi perubahan kondisi tubuh ibu hamil kembali kekondidi sebelum hamil. masa ini dimulai setelah plasenta lahir, dan sebagai penanda berakhirnya masa nifas adalah ketika alat-alat kandungan sudah kembali seperti keadaan sebelum hamil. sebagai acuhan rentang masa nifas berdasarkan penanda tersebut adalah 6 minggu atau 42 hari. (Astuti, dkk. 2015) Masa nifas disebut juga masa post partum atau peurperium adalah ma...

Makalah Andropause

BAB I PENDAHULUAN 1.1     Latar Belakang Andropause atau kadang disebut “menopause pria” umumnya terjadi pada pria separuh baya, kira-kira waktunya sama ketika seorang wanita mengalami menopause. Namun tidak seperti menopause pada wanita, dimana hormon estrogen mengalami penurunan secara tiba – tiba, hormon testosteron pada pria menurun perlahan sesuai dengan pertambahan usia (proses penuaan). Penurunan dimulai usia 30 tahunan, menurun sekitar 1-2% walaupun bervariasi pada tiap individu. Andropause dialami setengah dari pria yang berusia 50 tahun ke atas. Namun usia Andropause dipengaruhi banyak faktor, diantaranya gaya hidup. Jika hidupnya selalu senang atau sehat, Andropause dialami pada usia lebih tua lagi. Jika gaya hidupnya tidak sehat, misalnya merokok, mengonsumsi minuman keras, seseorang akan lebih cepat mencapai Andropause (Saryono, 2010: 67). Pria selama ini tidak mengetahui tanda gejala dari Andropause sehingga para pria sering meminum obat “kuat” unt...