Langsung ke konten utama

ASUHAN KEBIDANAN KEGAWATDARURATAN

ASUHAN KEBIDANAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL

Pada Ny “S” P2002 Ab200 Nifas Post SC Hari Ke-2
Dengan Pre eklamsia Berat
Di RSUD KANJURUAN - KEPANJEN


I. PENGKAJIAN
Hari/Tanggal           : Selasa, 17 Oktober 2017
Pukul                      : 06 : 00 WIB
Tempat                   : Kamar Bersalin RSUD Kanjuruan Kepanjen
MRS                       : 14 Oktober 2017
Oleh                        : Cella Fania

A. DATA SUBYEKTIF
1. Identitas
Nama Ibu               : Ny “S”          Nama Suami    : Tn “P”
Umur                      : 38 Tahun       Umur               : 41 Tahun
Agama                    : Islam             Agama             : Islam
Pendidikan             : SD                 Pendidikan      : SD
Pekerjaan                : IRT                Pekerjaan         : Buruh Harian Lepas
Alamat                    :Wonosari
 2. Alasan Datang
Ibu dirujuk Oleh Bidan X ke RSUD Kanjuruan Kepanjen karena tekanan darah ibu tinggi pada saat memeriksakan kehamilannya pada tanggal 14 Oktober 2017
 3. Keluhan Utama
Ibu mengeluh nyeri dan kaku pada luka bekas operasi, serta pusing dan bengkak pada kaki.
 4. Riwayat Kesehatan Lalu
Ibu tidak pernah menderita penyakit menurun seperti tekanan darah tinggi, asma, jantung, penyakit menular seperti batuk lama, hepatitis, serta penyakit menular seksual
 5. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu tidak sedang menderita penyakit menurun seperti tekanan darah tinggi, asma, jantung, diabetes militus, penyakit menular seperti batuk lama, hepatitis, serta penyakit menular seksual
6. Riwayat Kesehatan Keluarga
Dari keluarga suami tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti tekanan darah tinggi, asma, jantung, penyakit menular seperti batuk lama, hepatitis, serta penyakit menular seksual, tetapi pada keluarga ibu ada yang menderita penyakit menurun yaitu tekanan darah tinggi dan diabetess militus
7. Riwayat Menstruasi
Menarche    : 12 Tahun       Banyaknya      : 2-3 x ganti pembalut /hari
Siklus          : 28 Hari          Warna              : Merah
Lama          : 5-6 Hari         Keluhan           : Tidak ada keluhan
HPHT         : 27 Desember 2017

8. Riwayat Kehamilan Pesalinan, Nifas Yang Lalu

NO
Kehamilan
Persalinan
Nifas
Anak
Umur (Bulan)
Keadaan
Tempat
Penolong
Jenis Persalinan
Bayi Langsung Menangis
JK (P/L)
BBL (gram)
PB (cm)
Cacat Bawaan
Keadaan
Lochea
Laktasi
Keadaan
Umur
Keadaan
1
3
Abortus





2
9
Baik
Rumah
Dukun
Spontan
YA
L
4200
50
-
Baik
Normal
YA
Baik
13th
Hidup
3
4
Abortus





4
9
Baik
RS
Dokter
SC
YA
L
2500
45
-
Baik
Normal
Belum
Bengkak, Pusing
2 hr
Hidup


9. Riwayat Kehamilan Sekarang
Ini merupakan Kehamilan ke empat bagi ibu dan pertamanya ibu periksa kebidan
a. Trimester 1  : Ibu ANC 2x di Bidan dengan keluhan mual muntah. Bidan memberikan tablet tambah darah
b. Trimester II : Ibu ANC 2x di Bidan dengan keluhan Mual muntah sampai usia kehamilan 5 bulan. Bidan memberikan Tablet tambah darah dan vitamin
c. Trimester III : Ibu ANC di Bidan tidak ada keluhan. Bidan memberikan tablet tambah darah
d. Ibu terakhir periksa di Bidan tanggal 14 Oktober 2017 pukul 20:00 WIB dengan keluhan wajah dan kaki bengkak dan tekanan darah 180/100 mmHg

10. Riwayat KB
Ibu sebelumnya sudah pernah menggunakan KB suntik 3 bulan selama 1 tahun dan berhenti. Setelah itu menggunkan KB pil dan tidak ber KB selama 1 tahun. Setelah melahirkan ini ibu berencana kembali menggunakan KB suntik 3 bulan

11.Riwayat Perawinan
Pernikahan Ke                        : Pertama
Status Pernikahan                    :Menikah
Lama Pernikahan                    : 18 tahun
Usia Pertama Menikah            : Istri : 20 tahun, Suami : 23 tahun

12. Riwayat Persalinan Sekarang
a. Tanggal Pesalinan   : 15 Oktober 2017
b. Tempat Persalinan   : Rumah Sakit
c. Penolong                 : Dokter
d. Jenis Persalinan       : Sectio Caesaria
e. Penyulit                   : Pre Eklamsi Berat
f. Kondisi                                            - Bayi
- Ketuban        : Mekonium                 Jenis Kelamin : Laki-laki
-Plasenta          : Lengkap                    BB/PB             : 2500 gr/45 cm
-Tali Pusat       :     -                             Keadaan Bayi  : Ikterus
-Perineum        : Baik                           IMD                : Tidak Dilakukan
  
13. Pola Kebiasaan Sehari-hari
a. Nutrisi
- Makan : Ibu makan pukul 06:50 WIB dengan menu nasi + telur + tempe + sayur
- Minum : Ibu sudah minum ±400cc teh hangat
b. Eliminasi
- BAK : Terpasang Dower Cateter urine +
- BAB : Belum BAB
c. Istirahat : Ibu Tidur ± 6-8 jam
d. Ambulasi : Ibu Berbaring diatas tempat tidur, miring ke kanan – kiri, dan duduk

14. Pola  Psikologi, Sosial, Budaya dan Spiritual
a) Psikologis : Ibu dan Keluarga Bahagia atas kelahiran anak pertamanya
b) Sosial : Ibu berhubungan baik dengan suami, keluarga dan tetangga sekitar
c) Spiritual : Ibu beragama Islam dan rajin beribadah
d) Budaya : Ibu mempercayai adat istiadat setempat dan tidak ada pantang makan
e) Pengambilan Keputusan : Dalam Keluarga yang mengambil keputusan adalah suami tetapi setelah berdiskusi dahulu dengan istri dan keluarga



D. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
a. Keadaan Umum      : Cukup
b. Kesadaran               : Komposmentis
c. Tanda Tanda Vital
-TD      : 162/100 mmHg
-S         : 36,8 ºC
-N        : 98 x/ menit
-RR     : 20 x/ menit

2. Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi
- Muka             : tidak tampak pucat, tidak odem
- Mata              : Konjungtiva merah muda, sklera putih, tidak anemis
- Mulut            : Tidak Pucat, Tidak ada stomatitis dan caries gigi
- Leher             :Tidak tampak pembesaran kel.tyroid  dan bendungan vena jugularis
- Payudara       : Simetris, tidak tampak benjolan, puting menonjol
-Abdomen       : Tampak luka operasi dengan keadaan tertutup kasa, tampak strie albican, tampak linea nigra
-Genetalia        : tidak tampak kondiloma talata dan kondiloma akuminata tampak pengeluaran pervaginam yaitu lochea rubra,
-Anus              : tidak tampak hemoroid
- Ekstremitas   :
Atas : Simetris, tidak tampak Odem, Tidak tampak varises, terpasang infus ditangan kiri
Bawah : Simetris, tampak odem, kuku tidak sianosis

b. Palpasi
- Leher             : Tidak teraba pembesaran kel. tyroid dan bendungan vena jugularis
- Payudara       : Tidak ada nyeri tekan, tidak teraba benjolan abnormal, kolostrum sudah keluar
- Abdomen      :
TFU : 2 jari dibawah pusat
Kontraksi : Baik
Vesica Urinaria : kosong
Nyeri tekan : +

c. Perkusi
Reflek Patela : + pada kaki kanan dan kiri

3 Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan Laboratorium
HB                   : 12.2
Leucosit          : 15870
Trombosit        : 361.000
Ur / Creat        : 13 / 0.68
G/D                 : 90
HbsAg             : NR

b. Pemeriksaan Urin
Protein Urin    : Positif 3

c. Terapi Dokter
1. Infus + DC : Sudah terpasang
2. Injeksi Ceftri , Alinamin, Ketorolac (Pukul 05 : 00 WIB)
3. Terapi Oral  : Cofixime 2x1, B complex+V1+C 1x1, Asam Efenamat 3 x1, Nifedepen 3x1

II IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH
Dx : Ny “S” P2002Ab200 Nifas Post SC Hari ke-2 Dengan Pre eklamsi Berat
Ds :
1. ibu berumur 38 tahun
2. ibu baru saja melahirkan anak keduanya secara sectio caesaria tanggal 15 oktober 2017
3. ibu pernah keguguran 2kali
4. ibu mengeluh nyeri pada luka operasi
5. ibu mengeluh pusing dan kakinya bengkak

Do :
1. TTV    :       - TD     : 162/100 mmHg
                        - N       : 98 x/menit
                        - RR    : 20 x/menit
                        - S        : 36,8 ºC
2. Abdomen    :           - TFU : 2 jari dibawah pusat
                                    - Nyeri tekan +
                                    - Terdapat luka operasi kondisi tertutup kasa
3. Kontraksi    : Baik
4. Lochea        : Rubra
5. Ekstremitas : Odema Pada Kaki


III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH
-  Kejang / Eklamsia
- Perdarahan

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
- Kolaborasi Dengan Dokter SpOg

V. INTERVENSI
Dx : Ny “S” usia 38 tahun P2002Ab200 Nifas Post SC Hari ke-2 Dengan Pre eklamsi Berat
Ds :
1. Ibu mendapatkan perawatan Konservatif sesuai advice dokter
2. Ibu Tidak kejang dan Pusing berkurang

Do :
1. Keadaan Umum      : Baik
2. Kesadara                 : Komposmentis
3.  TTV    :      - TD     : Normal (100/60-130/90 mmHg)
                        - N       : Normal (60-100 x/ menit)
                        - S        : Normal (36,5 – 37,5 º C)
                        - RR    : Normal (16-24 x/menit)
4. TFU                         :Normal (2 jari dibawah pusat)
3. Kontraksi                : Baik
4. Lochea                    : Rubra
5. Ekstremitas             : Tidak Odema Pada Kaki

Intervensi
Tanggal : 17 Oktober 2017                 Pukul : 06 : 30 WIB
1. Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga
R : Agar Ibu dan keluarga mengetahui kondisi yang sebenarnya dan dapat memberikan persetujuan atas tindakan yang akan diberikan
2. berikan diit rendah garam pada ibu
R : Agar tekanan darah ibu tidak semakin tinggi
3. Berikan terapi pada ibu sesuai advice dokter
R : Mengetahui tindakan yang akan dilakukan
4. Lakukan Vulva Hyigene dan ganti pembalut ibu pada saat menyeka ibu diatas tempat tidur
R : Menjaga kebersihan ibu agar ibu tetap nyaman
5. Anjurkan Ibu untuk Mobilisasi Dini
R : Agar Kondisi ibu cepat pulih
6. Lakukan observasi pada ibu
R : Memantau keadaan Ibu dan mendeteksi tanda bahaya
7. Ciptakan suasana tenang dan mendukung
R : suasana tenang sangat dibutuhkan ibu

VI. IMPLEMENTASI
Tanggal : 17 Oktober 2017
Dx : Ny “S” usia 38 tahun P2002Ab200  nifas post sc hari ke 2 dengan preeklamsi berat
1. Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa tekanan darah ibu sudah turun tetapi masih cukup tinggi yaitu 152/88 mmHg oleh karena itu ibu tetap perlu perawatan khusus, tindakan dilakukan pukul 06 : 55 WIB
2. Melakukan Vulva Hygiene dan mengganti pembalut ibu pada saat menyeka ibu diatas tempat tidur serta membantu ibu mengganti baju, tindakan dilakukan pukul 04:50 WIB
3.Menganjurkan ibu untuk mulai mobilisasi dini dengan miring kanan – kiri serta duduk agar ibu cepat pulih, tindakan dilakukan pukul 05:15 WIB
4.Melakukan Kolaborasi medis dengan dokter SpOg
a. Memberikan Pemenuhan nutrisi NSTKTPRG, tindakan dilakukan pukul 06 :50 WIB
b. Memberikan terapi sesuai advice dokter
- Pukul 05:00 Dilakukan Injeksi Ceftri, Alinamin, Ketorolac
- Pukul 06 :00 Dilakukan pemberian terapi oral  : Cefixime 2x1, B complex + V1 + C 1x1, Asam Efenamat 3 x 1, Nifedepen 3x1

5. Melakukan Observsi 4 jam sekali pada ibu meliputi: Kejang, keadaan umum, kesadaran, TTV, kontraksi, Lochea. Tindakan dilakukan pukul 06:00 WIB

6. Memberikan suasana yang mendukung yaitu membuat suasana lingkungan senang dengan meminta anggota keluarga untuk meninggalkan ruangan agar ibu bisa istirahat dengan tenang, tindakan dilakukan pukul 07 :00 WIB

                                   
VII. EVALUASI
Tanggal 17 Oktober 2017                   Pukul : 13:30 WIB

S: Ibu merasakan pusing yang dialami berkurang
O :
1. Keadaan Umum      : Baik
2. Kesadara                 : Komposmentis
3.  TTV    :      - TD     : 130/90 mmHg
                        - N       : 88 x/menit
                        - S        : 36,7 ºC
                        - RR    : 24 x/ menit
4. TFU                         :Normal (2 jari dibawah pusat)
3. Kontraksi                : Baik
4. Lochea                    : Rubra
5. Ekstremitas             : bengkak berkurang

A: Ny “S” usia 38 tahun P2002Ab200 Nifas Post SC hari ke-2 dengan preeklamsi berat

P :
-Pukul 13:45 Memindahkan pasien ke Ruang Brahwijaya
- Lanjutkan perawatan Konsenvatif sesuai advise dokter


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah cidera leher

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar belakang Kecelakaan atau cidera dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan siapa saja. Menurut Andun Sudijandoko (2000: 31) cidera tersebut ditandai dengan adanya rasa sakit, pembengkakan, kram, memar, kekakuan dan adanya pembatasan gerak sendi serta berkurangnya kekuatan pada daerah yang mengalami cidera tersebut. Sebelum ke Rumah Sakit, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah evaluasi awal tentang keadaan umum penderita, untuk menentukan apakah ada keadaan yang menancam kelangsungan hidupnya. Leher merupakan bagian dari kolom fleksibel yang panjang, yang dikenal sebagai kolom atau tulang punggung tulang belakang, yang membentang melalui sebagian besar tubuh. Tulang belakang leher (daerah leher) terdiri dari tujuh tulang (C1 – C7 vertebra), yang dipisahkan satu sama lain oleh diskus invertebralis. Cedera servikal merupakan penyebab yang paling sering dari kecacatan dan kelemahan setelah trauma. Tulang servikalis terdiri dari 7 tul...

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS

BAB II TINJAUAN TEORI 2.1   Konsep Teori Masa Nifas 2.1.1         Pengertian Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah plasenta keluar dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan semula (sebelum hamil). Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. (Sulistyawati, 2015). Masa nifas atau pueperium berasal dari bahasa latin yaitu dari kata "puer" yang artinya bayi dan "parous" yang artinya melahirkan. definisi masa nifas adalah masa dimana tubuh ibu melakukan adaptasi pasca persalinan , meliputi perubahan kondisi tubuh ibu hamil kembali kekondidi sebelum hamil. masa ini dimulai setelah plasenta lahir, dan sebagai penanda berakhirnya masa nifas adalah ketika alat-alat kandungan sudah kembali seperti keadaan sebelum hamil. sebagai acuhan rentang masa nifas berdasarkan penanda tersebut adalah 6 minggu atau 42 hari. (Astuti, dkk. 2015) Masa nifas disebut juga masa post partum atau peurperium adalah ma...

Makalah Andropause

BAB I PENDAHULUAN 1.1     Latar Belakang Andropause atau kadang disebut “menopause pria” umumnya terjadi pada pria separuh baya, kira-kira waktunya sama ketika seorang wanita mengalami menopause. Namun tidak seperti menopause pada wanita, dimana hormon estrogen mengalami penurunan secara tiba – tiba, hormon testosteron pada pria menurun perlahan sesuai dengan pertambahan usia (proses penuaan). Penurunan dimulai usia 30 tahunan, menurun sekitar 1-2% walaupun bervariasi pada tiap individu. Andropause dialami setengah dari pria yang berusia 50 tahun ke atas. Namun usia Andropause dipengaruhi banyak faktor, diantaranya gaya hidup. Jika hidupnya selalu senang atau sehat, Andropause dialami pada usia lebih tua lagi. Jika gaya hidupnya tidak sehat, misalnya merokok, mengonsumsi minuman keras, seseorang akan lebih cepat mencapai Andropause (Saryono, 2010: 67). Pria selama ini tidak mengetahui tanda gejala dari Andropause sehingga para pria sering meminum obat “kuat” unt...